Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) sudah melaksanakan vaksinasi COVID-19 kepada sekitar 90 persen guru dari 12.918 guru SMA, SMP, SD dan TK di Kota Bogor, menjelang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahun ajaran 2021/2022 pada Juli 2021 mendatang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno mengatakan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri mengatur bahwa salah satu persyaratan pelaksanaan PTM adalah, guru atau tenaga pendidik sudah menjalani vaksinasi.Keempat Menteri tersebut adalah Menteri Kesehatan, Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama yang menerbitkan SKB tentang Panduan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19, pada 30 Maret 2021.Retno menjelaskan, Dinas Kesehatan Kota Bogor sudah menyiapkan vaksinasi kepada seluruh guru yang terdata pada Dinas Pendidikan Kota Bogor.Vaksinasi COVID-19 terhadap guru di Kota Bogor sudah beberapa kali dijadwalkan dan dilaksanakan, antara lain di SMP Negeri 5 dan di Mal Ekalokasari, tapi sebagian guru tidak hadir, dengan beberapa alasan."Saat ini, sekitar 10 persen atau 1.209 guru yang belum menjalani vaksinasi, meminta agar divaksinasi COVID-19," katanya.Menurut Retno, Dinas Kesehatan saat ini memiliki sedikit vaksin yakni hanya untuk 4.000 sasaran penerima, sedangkan daftar tunggu yang menjadi prioritas penerima vaksin saat ini ada sekitar 40.000 orang.Ia menjelaskan persediaan vaksin untuk sekitar 4.000 orang sasaran itu, adalah kiriman dari Kementerian Kesehatan, setelah Menteri Kesehatan berkunjung ke Kota Bogor, pada Selasa (1/6).Kementerian Kesehatan, kemudian mengirimkan 1.050 vial vaksin Sinovac untuk 5.250 orang sasaran. "Vaksin itu sebagian sudah digunakan, dan saat ini masih ada untuk sekitar 4.000 sasaran penerima," kata Retno, dikutip dari Antara.Retno menambahkan Dinas Kesehatan terus melanjutkan vaksinasi kepada orang lanjut usia. Dari sebanyak 95.371 lansia di Kota Bogor, realisasinya sudah mencapai 38.122 orang atau 39,97 persen untuk dosis pertama, dan 33.149 orang atau 34,75 persen untuk dosis kedua.
Baca Juga :