Ratusan rumah di Desa Atap, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara terendam banjir. Banjir di wilayah perbatasan ini sudah terjadi selama sepekan dan terus meninggi hingga mencapai ketinggian empat meter.
Sebelumnya ketinggian banjir di wilayah Nunukan hanya sekitar 1 meter, namun sejak Kamis sore (14/1/2021) ketinggian air mencapai empat meter lebih, akibat hulu sungai yang berada di Malaysia terus diguyur hujan.[caption id="attachment_426170" align="alignnone" width="900"] Banjir sudah kian tinggi, warga Desa Atap, Nunukan, Kaltara, masih bertahan di rumahnya (Foto: ANTV/ Zulkifli Guntur)[/caption]Meski banjir telah masuk ke dalam rumah, namun sebagian warga masih enggan mengungsi ke tempat lebih aman. Warga lebih memilih bertahan dirumah dengan cara membangun pungkau sejenis parak-parak yang dibuat lebih tinggi di dalam rumah.“Akibat banjir ini diperkirakan ratusan hektar sawah milik petani gagal panen dan beberapa hektar kawasan perkebunan milik masyarakat terendam banjir, “ ujar Sekretaris Desa Atap Kecamatan Sembakung, Sahrin.Hingga saat ini bantuan dari pemerintah kabupaten maupun provinsi terhadap korban bencana banjir belum ada. Warga berharap pemerintah serius dan bergerak cepat sebelum kondisi semakin parah.Zulkifli Guntur | Nunukan, Kalimantan Utara
Ratusan Rumah di Nunukan, Kaltara, Terendam Banjir Setinggi 4 Meter
Jumat, 15 Januari 2021 - 09:21 WIB