“Tahun ini, cuacanya sangat dingin dan kami tidak bisa membeli batu bara untuk diri kami sendiri,” katanya. Ia mengaku tambahan sedikit uang yang dia hasilkan dari tokonya tidak lagi cukup untuk membeli bahan bakar.
"Anak-anak bangun karena kedinginan dan menangis di malam hari sampai pagi. Mereka semua sakit. Sejauh ini, kami belum menerima bantuan apa pun dan sebagian besar kami tidak memiliki cukup roti untuk dimakan,” lanjutnya.
Sumber: Reuters
Baca Juga :