Dalam istilah politik kita sering mendengar "Suara Rakyat , Suara Tuhan ". Beberapa hari sebelum sebagian warga sibuk mudik, Politikus PKS Mardhani Ali Sera mengajak warga bunyikan suara klakson sebanyak tiga kali sebagai bentuk lain dari gerakan #2019Ganti Presiden. Ajakan untuk membunyikan klakson sebanyak 3 kali ini menuai polemik.Dulu, suara klakson yang bikin sakit telinga sering kita dengar saat konvoi kendaraan menuju maupun pulang dari lapangan atau gedung tempat kampanye partai politik. Suara klakson di jalan mulai berkurang ketika model kampanye berganti. Kini, bukan lagi warga yang datang ke lokasi kampanye tetapi tokoh partai atau calon kepala daerah yang mendatangi warga.Namun, momen mudik lebaran ini dimanfaatkan Mardhani Ali Sera untuk membunyikan suara klaskon sebagai bentuk dukungan gerakan #2019GantiPresiden. Pertanyaannya ketika suara klakson jadi suara politik, apakah akan bikin suasana mudik di jalan raya menjadi asyik ? Apakah dengan banyaknya suara klakson tiga kali artinya semakin banyak dukungan? Tak menutup kemungkinan pemudik pendukung Jokowi akan membalas dengan bunyi klakson yang berbeda jumlahnya.Insiden antar pendukung kaos bertagar #2019ganti presiden dan pendukung Jokowi sudah pernah terjadi di area Car Free Day di Jakarta beberapa waktu lalu. Terjadi persekusi kepada seorang ibu dan anaknya pada saat itu. Saling menyalahkan antar pendukung terjadi di dunia maya hingga ada yang melapor kasus ini ke polisi.Coba bayangkan, apa yang terjadi jika saling adu bunyi klakson terjadi di tengah kemacetan arus mudik? bikin asyik atau hanya tambah berisik?
Suara Klakson Jadi Suara Politik, Ajakan Politisi PKS Ini Bikin Mudik Jadi Asyik Atau Berisik?
Jumat, 8 Juni 2018 - 20:16 WIB
Baca Juga :