Temuan Covid-19 Varian Baru, Akses Suramadu Sisi Surabaya Diperketat

Sejumlah pengendara yang berasal dari pulau Madura sedang menjalani pemeriksaan petugas (Foto: Sandi Irwanto/ANTV) (Foto : )

Sejak dilakukan penyekatan 5 Juni lalu, ada 30 ribu lebih pengendara menjalani Swab Antigen. Dalam pemeriksaan lanjutan dengan Swab PCR, 326 orang dinyatakan positif Covid 19. Petugas gabungan dari Kepolisian, TNI, dan Pemerintah Kota Surabaya semakin memperketat penyekatan di akses Suramadu Sisi Surabaya menyusul adanya temuan pasien Covid-19 dengan varian baru  B 1617 asal India, di Bangkalan, Madura.Sejak rabu pagi, seluruh pengendara yang melintas di akses Suramadu sisi Surabaya diperiksa petugas.Khususnya pengendara dari Madura diminta menepi dan langsung menjalani tes swab antigen oleh petugas kesehatan. Bagi pengendara yang membawa surat hasil swab negatif diperbolehkan jalan.Penjagaan ketat petugas di akses Suramadu itu bahkan dilakukan selama 24 jam.“Pihaknya terus memperketat penjagaan di akses suramadu, penyekatan dilakukan selama 24 jam, dengan dibagi 4 shift, “ Tegas Akbp Ganis Setyaningrum, Kapolres Pelabungan Tanjung Perak Surabaya. Selasa(15/6) Siang.Pelaksanaan penyekatan telah memasuki hari yang ke-sebelas. Pihaknya terus memasifkan screening di akses Suramadu untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya berhasil menjaring 30 ribu lebih pengendara dan mereka diharuskan menjalani swab antigen.Petugas memperoleh hasil 570 orang pengendara memiliki gejala. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan swab PCR ditemukan 326 orang positif Covid-19.Apabila hasil swab positif itu merupakan warga luar Surabaya maka perawatan dilakukan di Rumah Sakit Lapangan Indrapura, yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Timur.[caption id="attachment_471943" align="alignnone" width="900"] Sejumlah warga sedang menjalani pemeriksaan swab antigen petugas kesehatan. ( Foto: Sandi Irwanto/ANTV)[/caption]Namun, jika yang terbukti positif itu adalah warga Surabaya maka perawatan dilakukan di Asrama Haji.Berdasarkan data, dua minggu pasca Lebaran, kasus Covid-19 di Surabaya memang mengalami kenaikan. Persentase kenaikan ini dinilainya masih di bawah 30 persen.Namun, pasca terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Bangkalan, Madura, kenaikan di Surabaya dinilainya signifikan.Di samping itu, penambahan kasus  terjadi karena faktor tingginya mobilitas masyarakat dari luar daerah yang bekerja di Kota Surabaya. Sandi Irwanto | Surabaya https://youtu.be/-X0sH-L3-ZQ