Daily Mail , insiden ini terjadi di Soysambu Conservancy di Kabupaten Nakuru, Kenya dan memicu kemarahan di media sosial, terutama terhadap perusahaan listrik yang memelihara saluran listrik tersebut.“Ini menyedihkan dan tidak beralasan karena kelalaian tingkat tertinggi,” tulis seorang pengguna Twitter.“Perusahaan Tenaga Kenya harus bertanggung jawab atas dua jerapah yang tersengat listrik di Soysambu Conservancy. Ini adalah kerugian besar bagi negara kami,,” tulis warganet lainnya.Sementara itu, Nairobi News melaporkan pada Senin (22/1), Perusahaan Listrik dan Penerangan Kenya mengatakan akan memindahkan saluran listrik."Kami telah memulai proses peningkatan pembersihan infrastruktur distribusi listrik di Soysambu untuk mencegah terulangnya insiden yang tidak menguntungkan," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.“Kami menyesali kejadian ini karena kami menyadari satwa liar merupakan bagian integral dari jiwa alam dan budaya kami dan, kami menghargai umpan balik yang dibagikan oleh berbagai pemangku kepentingan mengenai masalah ini,” terang Direktur Pelaksana dan CEO perusahaan Bernard Ngugi.Laporan awal Dinas Margasatwa Kenya, yang menyelidiki sengatan listrik, menemukan kabel-kabel itu menjuntai di bawah ketinggian jerapah di tempat konservasi.Kelompok lingkungan lokal mengatakan ini bukan pertama kalinya jerapah di konservasi mati akibat kabel listrik.Climate Change Kenya mengklaim dalam cuitan jika setidaknya 11 jerapah telah mati.Seperti diketahui, The Soysambu Conservancy adalah rumah bagi sekitar 124 jerapah, termasuk 50 jantan, 41 betina dan 33 anak sapi pada Agustus 2018.Tujuan taman konservasi ini adalah untuk meningkatkan populasi jerapah Rothschild, yang berasal dari Kenya. Daily Mail
Tiga Jerapah di Kenya Mati Kesetrum Kabel Listrik yang Tergantung Rendah
Rabu, 24 Februari 2021 - 03:19 WIB
Baca Juga :